Selasa, 05 Januari 2016

CATATAN RINGKAS

MASYARAKAT MADANI
Masyarakat Madani -> Bentuk masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban dan kemanusiaan
Konsep dasar Masyarakat Madani
-          Masyarakat Utama (Khoiru Ummah)
-          Masyarakat Islam
-          Masyarakat Kota
-          Masyarakat Beradab
-          Masyarakat Warga

Secara harfiah, etimologi atau bahasa, Masyarakat Madani memiliki arti sebagai Masyarakat Kota (Madinah = Kota, Tamaddun = peradaban)
Istilah Masyarakat Madani merujuk pada Pemerintahan Nabi Muhammad di Yatsrib, yang kemudian dikenal dengan Madinatun Nabi dan kini lebih dikenal dengan sebutan Madinah al Munawarah.

Istilah Masyarakat Madani dalam Istilah bahasa Indonesia dan Melayu diperkenalkan oleh Anwar Ibrahim  dalam Pidato Kebudayaan pada Festival Istiqlal 1995 di Jakarta, dalam petikan pidatonya
....Justru Islamlah yang pertama memperkenalkan kepada kita dirantau ini kepada cita-cita keadilan sosial dan pembentukan Masyarakat Madani, yaitu civil society yang bersifat demokratis” (Hamiwanto & Said, Masyarakat Madani: Mimpi Lama, Judul Baru?, 2001)

Dalam pandangan pemikiran dunia Islam Konsep Masyarakat Madani disampaikan oleh Sheikh Muhammad Abduh yang mengutarakan konsep al-mujtamaat al-madaniyah, yang menetapkan faktor kebebasan termasuk kesegaran ilmu dan kecerdasan berfikir dan sistem perundangan yang adil.

Kemudian Syed Muhammad Naquib Al Attas, menjabarkan Konsep Masyarakat Madani sebagai berikut,
Konsep Masyarakat Madani berasal dari kosa kata dalam bahasa Arab, yang berarti:
  1. Masyarakat Kota
  2. Masyarakat yang berperadaban

Civil Society
Di dunia barat, sejalan dengan pemikiran masyarakat madani, yaitu berkembang adanya Istilah serta Konsep Civil Society.
Civil Society pertama dipopulerkan oleh Adam Ferguson (1723-1816) untuk mengilustrasikan suatu bentuk masyarakat dan peradaban barat yang otonom.
Civil Society merujuk pada konsep klasik Cicero pada era Yunani Kuno
Ø  civilis societas, yaitu masyarakat politik yang beradab
Ø  atau masyarakat kota yang memiliki kode hukum tersendiri (otonom, tidak bergantung pada negara induknya)
Kofi Anan mantan Sekjen PBB memberikan definisi secara ringkas tentang Civil Society, yaitu
Civil Society merupakan satu cara untuk memahami relasi antara individu dan negara yang melestarikan kebebasan dan tanggungjawab.
Diantara Masyarakat Madani dan Civil Society terdapat benang merah yang menghubungkan keduanya yaitu terbentuknya masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban.
MemIliki tujuan yang sama yaitu membangun masyarakat berperikemanusiaan sebagai konsekuensi logis dari adanya nilai-nilai dasar kesatuan umat manusia.

DEMOKRASI
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang memberikan hak yang setara kepada semua warganya dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.  Demokrasi meberikan kesempatan kepada warga negara untuk berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Istilah Demokrasi berasal dari bahasa Yunani Demokratia yang terbentuk dari dua kata yaitu Demos (Rakyat) dan Kratos (kekuasaan atau aturan).
Demokrasi dapat diartikan sebagai kekuasaan/kedaulatan rakyat atau pemerintahan yang dilaksanakan oleh rakyat.
Abraham Lincoln mendefinisikan demokrasi secara sederhana dan cukup popular :
Pemerintahan Dari  Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

Secara umum Demokrasi dapat diartikan sebagai :
Suatu sistem pemerintahan di mana rakyat diikut sertakan dalam pemerintahan negara

Para ahli hanya dapat memberikan batasan-batasan atau kriteria-kriteria mengenai demokrasi, misalnya Robert A. Dahl (1998) yang memberikan 6 Acuan/kriteria:
Ø Pejabat-pejabat yang dipilih oleh rakyat
Ø Pemilu yang bebas, adil dan berkesinambungan
Ø Kebebasan berekspresi
Ø Akses informasi yang terbuka luas
Ø Kebebasan berasosiasi
Ø Kewarganegaraan yang inklusif

Menurut Morlino (2004):
Demokrasi yang baik paling tidak harus memenuhi 3 kualitas:
1. Kualitas hasil
                Pemerintahan yang memiliki legitimasi yang dapat memuaskan warga negaranya. 
2. Kualitas isi/substansi
                Warga negara memiliki kebebasan dan kesetaraan
3. Kualitas prosedur
                Warga negara memiliki kebebasan untuk memeriksa dan mengevaluasi bagaimana pemerintahnya mencapai tujuan-tujuan kebebasan dan kesetaraan sesuai dengan hukum yang berlaku 

Perkembangan  demokrasi secara pesat, ditandai  dengan peristiwa monumental, diantaranya:
-          Runtuhnya tembok Berlin
-          Hancurnya komunisme, kecuali Cina
-          Kegagalan diktatoral di Amerika Latin
-          Berakhirnya Pemerintahan Apartheid

Pemerintahan NKRI menerapkan adanya sistem demokrasi sesuai dengan Pasar Negara Pancasila yaitu dalam sila ke-4 Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

HAK ASASI MANUSIA
HAM:
Hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun.

Di negara-negara Barat pengakuan Hak Asasi Manusia ditandai dengan:
  1. Magna Charta, Inggris 1215, Pembatasan Kekuasaan Raja John
  2. Bill of Rights, Inggris1688, Revolusi Undang-Undang, Perlawanan secara hukum thd Raja James II
  3. Declaration des Droits de l’homme et du citoyen, 1789, Perancis, Pengakuan Hak-hak Manusia dan Warga Negara, Revolusi Perancis
  4. Bill of Rights 1789, Amerika Serikat, Penyusunan Undang-undang Hak, Bagian UUD 1891 AS

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA
Menurut Prof. Dr. Notonagoro:
                Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan terus menerus oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.
                Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan.
                Kewajiban adalah  sesuatu yang harus dilakukan.

Warga Negara
Adalah  warga suatu Negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. (Penjelasan UUD 1945 Psl 26)

Hak dan Kwajiban Warga Negara dalam UUD NKRI 1945
          Pasal 26 ayat 1 yang menjadi warga Negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan  dengan undang-undang  sebagai warga Negara pada ayat 2, syarat –syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dgn undang-undang.
          Pasal 27 ayat 1 bahwa segala warga Negara bersamaan kedudukan nya didalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Pada ayat 2 disebutkan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
          Pasal 28 disebutkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dgn lisan dan sebagainya ditetapkan dgn undang-undang.
          Pasal 30 ayat 1 bahwa hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara dan ayat 2 mengatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan UU.

WAWASAN NUSANTARA
Wawasan Nusantara berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dn lingkungannya. Diri yang dimaksud adalah diri bangsa Indonesia sendiri serta nusantara sebagai lingkungan tempat tinggalnya.
Nusantara dipopulerkan pertama oleh Mahapatih Gajah Mada melalui Sumpah Palapanya
Yang menyatakan dirinya tidak akan hidup mewah (makan Palapa) sebelum menyatukan Nusantara (Nusa = Pulau – Wilayah, Antara = Luar, Wilayah-wilayah di luar Majapahit)
Pada masa kini Nusantara diartikan sebagai
Nusa = Pulau
Antara = batas
Atau Kepulauan yang dibatasi 2 Benua dan 2 Samudera

Secara Terminologi
 Wawasan nusantara adalah
cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya sesuai ideologi nasionalnya yaitu pancasila dan UUD 1945, sebagai aspirasi suatu bangsa yang merdeka, berdaulat dan bermartabat ditengah-tengah lingkungannya yang menjiwai tindak kebijaksanaandalam mencapai tujuan perjuangan bangsa

Latar Belakang Konsepsi Wawasan Nusantara
  Aspek Historis
  Aspek Geografis dan Sosial Budaya
  Aspek geopolitis dan kepentingan nasional

Aspek Historis
Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah 
yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia.
Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri.
Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.

Aspek Geografis dan Sosial Budaya
  Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena Indonesia kaya akan aneka sumber daya alam  (SDA) dan suku bangsa
  Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat,  bahasa,  agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar.mengenai berbagai macam ragam budaya

Aspek Geopolitik
  Berdasarkan Geopolitik wilayah Indonesia adalah satu kesatuan yang satu dari Sabang sampai ke Meraauke..
Wawasan nusantara dibangun atas dasar geopolitik bangsa Indonesia yang dikaitkan dengan politik kekuasaan
(Kedaulatan Wilayah)  Salah satu kepentingan nasional dalam konsep wawasan nusantara  berdasarkan Geopolitik adalah mewujudkan tujuan nasional yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 45 untuk keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional.

Unsur dasar Wawasan Nusantara
  Wadah (contour) :
                wadah kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara meliputi : wilayah Indonesia dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya
  Isi (Content) :
                Isi menyangkut dua hal esensial yaitu realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatn bersama dan perwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional; persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
  Tata laku (conduct) :

                hasil interaksi wadah dan isi yang meliputi tata laku batiniah dan lahiriah. Tata laku batiniah merupakan sikap,semangat, jiwa untuk mendukung wawasan nunsantara, sedangkan tata laku lahiriah merupakan perilaku atau tindakan dalam mengimplementasikn wawasan nusantara 

Minggu, 18 September 2011

BENTUK-BENTUK MUKA BUMI


A.  Proses Pembentukan Muka Bumi

Muka bumi berupa relief, bentuk permukaan tidak rata. Bentuk  relief muka bumi disebabkan oleh :
1.   Tenaga endogen
Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen menggerakkan kulit bumi. Tenaga endogen dapat mengangkat kulit bumi melebihi permukaan laut, yang kemudian menjadi daratan. Tenaga endogen memiliki sifat membangun maka disebut juga tenaga konstruktif

Tenaga Endogen sebagai pembentuk muka bumi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
a.   Tektonisme (diatropisme)
b.   Vulkanisme
c.   Seisme (gempa)

a.   Tektonisme (diatropisme)
Tenaga endogen yang menyebabkan bergesernya letak lapisan kulit bumi baik secara mendatar (horisontal) maupun secara tegak – atas-bawah (vertikal)

      Tektonisme menghasilkan dua macam gerak yaitu:
1)   Gerak Epirogenetik
      2)   Gerak Orogenetik

1)   Gerak Epirogentik,
Yaitu gerakan pada lapisan bumi yang meyebabkan pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yang berlangsung sangat lambat, serta gerakannya meliputi wilayah yang sangat luas.
      Gerakan  Epirogenetik disebut juga tenaga pembentuk benua.
Gerakan Epirogenetik pada umumnya tidak menimbulkan lipatan atau retakan pada kulit bumi, namun gerakan ini dapat menggeser sebuah benua

2)   Gerak Orogenetik, yaitu gerakan pada lapisan kulit bumi yang menyebabkan pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yang berlangsung relatif cepat.
      Gerak ini juga dapat menimbulkan gempa.
Gerak orogenetik disebut juga tenaga struktural.
        
      Gerak Orogenetik menyebabkan menyebabkan terjadinya
a)   Lipatan
b)   patahan/ retakan

a)   Lipatan
      Bentuk lipatan terjadi karena adanya tekanan horizontal maupun vertikal pada kulit bumi yang bersifat liat, sehingga kulit bumi mengalami pelengkungan.

Bagian-bagian pada lipatan:
1)   Antiklinal
Bagian lipatan yang lebih tinggi dari bagian lainnya.
Disebut juga Punggung Lipatan

2)   Sinklinal
Bagian lipatan yang lebih rendah dari bagian lainnya
Disebut juga Lembah Lipatan

Bentuk-bentuk lipatan
1)   Lipatan Tegak (Lipatan Normal)
Bentuk lipatan kulit bumi yang cenderung simetris, karena mendapat tekanan yang sama dari dua arah
2)   Lipatan Miring
Bentuk lipatan kulit bumi yang cenderung tidak simetris, karena mendapat tekanan yang berbeda dari dua arah.
3)   Lipatan Menggantung
Bentuk lanjutan dari lipatan miring karena mendapat tekanan yang sangat kuat dari salah satu arah terus menerus
4)   Lipatan Rebah
Bentuk lipatan yang mempunyai kemiringan  yang sangat tajam, bahkan mendekati sejajar dengan lapisan yang datar





5)   Dome (Kubah)
Bentuk lipatan kulit bumi naik (antiklinal) yang melingkar menyerupai kubah atau berupa gundukan.



6)  Basin (Ledokan)
Bentuk lipatan kulit berbentuk cekungan (sinklinal) melingkar.

b)   Patahan
      Bentuk patahan terjadi karena adanya tekanan horizontal maupun vertical pada kulit bumi yang bersipat rapuh (getas), seperti batuan kapur.


Bagian-bagian Patahan
1)   Graben atau Slenk
yaitu patahan yang bergerak turun,
atau bagian patahan yang lebih rendah dari bagian patahan lainnya

2)   Horst
yaitu patahan yang bergerak naik,
atau bagian patahan yang lebih tinggi dari bagian patahan lainnya



b.   Vulkanisme
Vulkanisme adalah Tenaga endogen yang menyebabkan magma naik kepermukaan bumi..
Vulkanisme dapat juga diartikan segala sesuatu yang berkaitan dengan gunung berapi
atau proses naik dan keluarnya magma kepermukaan bumi.

Gerakan magma itu terjadi karena magma mengandung gas yang merupakan sumber tenaga magma untuk menekan batuan yang ada di sekitarnya.

Magma adalah cairan batuan, kental, sangat panas serta berpijar.  Magma terletak didalam dapur magma pada litosfer (lapisan kulit bumi).
Magma  terdiri dari berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya.

Magma terjadi akibat adanya tekanan di dalam bumi yang amat besar, walaupun suhunya cukup tinggi, tetapi batuan tetap padat. Jika terjadi pengurangan tekanan, misalnya adanya retakan, tekanannya pun akan menurun sehingga batuan tadi menjadi cair pijar atau disebut magma.

Karena adanya tenaga endogen, litosfer mengalani keretakan dan  menyebabkan sejumlah bahan dari dalam lapisan selubung bumi menerbos kedalamnya. Penerobosan materi selubung tidak seluruhnya dapat menembus sampai kepermukaan, pada umumnya tertahan didalam litosfer membentuk dapur magma.

Magma yang tertahan didalam dapur magma pada lapisan litosfer  akan menimbulkan tekanan ke atas permukaan bumi, hingga terbentuk kubah (Dome)

Magma bisa bergerak ke segala arah, bahkan bisa sampai ke permukaan bumi. Jika gerakan magma tetap di bawah permukaan bumi disebut intrusi magma. Sedangkan magma yang bergerak dan mencapai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan gunung api atau disebut juga vulkan.

Proses penerobosan magma ke permukaan bumi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.   Intrusi Magma (atau disebut plutonisme)
Intrusi magma adalah proses penerobosan magma didalam lapisan batuan tetapi tidak mencapai ke permukaan bumi.

Hal ini berarti intrusi magma tidak mencapai ke permukaan bumi. Mungkin hanya sebagian kecil intrusi magma yang bisa mencapai ke permukaan bumi. Namun yang perlu diingat bahwa intrusi magma bisa mengangkat lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk tonjolan berupa pegunungan.
     
Secara rinci, adanya intrusi magma (atau disebut juga plutonisme) menghasilkan bermacam-macam bentuk (perhatikan gambar penampang gunung api), yaitu:
a)      Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat.
b)      Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai lensa cembung, sementara permukaan atasnya tetap rata.
c)      Keping intrusi atau sill adalah lapisan magma yang tipis menyusup di antara lapisan batuan.
d)      Intrusi korok atau gang adalah batuan hasil intrusi magma memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng.
e)      Apofisa adalah semacam cabang dari intrusi gang namun lebih kecil.
f)       Diatrema adalah batuan yang mengisi pipa letusan, berbentuk silinder, mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi.



2.   Ekstrusi Magma
Ekstrusi magma adalah proses penerobosan magma mencapai permukaan bumi dan membentuk gunung api.
Ekstrusi terjadi bila magma mendapat tekanan gas yang cukup kuat dan ada retakan pada kulit bumi.
Jadi ekstrusi magma adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi.
Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api.
Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi juga bisa terjadi di lautan. Oleh karena itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan.

Peristiwa keluarnya magma ke permukaan bumi disebut erupsi.

Jenis-jenis erupsi magma
Berdasarkan lubang tempat terjadinya, erupsi dibagi dalam tiga macam, yaitu:
a.       Erupsi Linier,
yaitu magma keluar melalui retakan kulit bumi yang berbentuk memanjang, sehingga membentuk kerucut memanjang. Misalnya Gunung Api Laki di Eslandia, dan deretan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

b.       Erupsi Areal,
yaitu magma keluar meleleh pada permukaan bumi karena letak dapur magma sangat dekat dengan permukaan bumisehingga membentuk kawah gunung api yang sangat luas. Misalnya Yellow Stone National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km persegi.

c.       Erupsi Sentral, yaitu magma keluar melalui lubang di permukaan bumi dan membentuk gunung yang letaknya tersendiri. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan lain-lain

Berdasarkan proses keluarnya magma, erupsi magma dibagi menjadi tiga jenis.
1)   Erupsi eksplosif, letusan sangat kuat akibat tekanan gas magma dan menyemburkan bahan-bahan vulkanik yang padat dan cair
2)  Erupsi efusif, letusan gunung api, mengeluarkan lava
3)   Erupsi campuran, letusan yang terjadi selang-seling antara eksplosif dan efusif.

Tipe-tipe Gunung Api
1.   Gunung Api Perisai (Prisma)
Gunung api tipe perisai bentuknya landai sehingga mirip tameng atau perisai.
Terbentuk karena magma yang keluar (lava) sangat cair, tekanan gas rendah dan dapur magma sangat dangkal.
Sudut kemiringan gunung api perisai antara 10 - 100

2.   Gunung Api Maar (Corong/ Kubah)
Gunung  api Maar memiliki kawah yang lebar.
Terbentuk karena letusan (eksplosif) yang kuat sehingga menghancurkan bagian permukaan dan membentuk corong pada kawahnya. Gunung Bromo (Tengger), Danau Kawah Klakah di Gunung Lamongan, serta Danau Toba.

3.   Gunung Api Strato (Kerucut)
Gunung api ini mempunyai bentuk kerucut, yang terkesan tinggi.
Terbentuk karena letusan dan lelehan secara bergantian terus menerus sehinga lerengnya berlapis-lapis.
Sebagian besar gunung api yang ada di Indonesia berbentuk kerucut.

Fenomena alam pasca vulkanik
Beberapa fenomena alam pasca vulkanik sebagai berikut.
a)   Mata air panas (air thermal) dan air mineral
      Jenis air ini banyak dimanfaatkan sebagai sumber air mineral yang dikonsumsi dalam bentuk kemasan yang telah banyak dijumpai di depot air isi ulang atau dijual bebas. Mata air yang terkenal antara lain mata air panas Baturaden di Purwokerto, Ciater di Bandung, dan Sangkanhurip di Kuningan.

b)   Sumber gas (ekskalasi)
      Sumber gas ini dapat keluar dalam bentuk sebagai berikut.
1)   Solfatar, yaitu sumber gas belerang.
      Kenampakan ini banyak dijumpai di kawah-kawah puncak gunung api yang masih aktif. Misalnya, di kawah puncak Gunung Bromo dan kawah puncak Gunung Merapi DIY.

2)   Fumarol, yaitu sumber gas uap air.
      Sumber gas ini sama seperti solfatar. Fumoral dapat dijumpai pada gunung api yang masih aktif.

3)   Mofet, yaitu sumber gas asam arang.
Sama seperti fumarol dan solfatar, mofet juga dapat dijumpai pada gunung api yang meletus. Mofet dan belerang merupakan

dua gas yang berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan kematian.

c)   Mata air geyser
      Mata air geyser ditemukan di daerah vulkan aktif.
      Geyser merupakan mata air tanah yang memancar sewaktu-waktu dalam celah  batuan atau bekas kantong magma akibat dorongan gas dari dalam. Geyser tidak akan nampak jika kandungan air tanah pada daerah tersebut habis, namun pada saat terisi air akan muncul kembali. Fenomena ini dapat kamu jumpai di Plato Dieng Jawa Tengah.

Penyebaran Pegunungan dan Gunung Api
Secara garis besar, terdapat dua rangkaian pegunungan.
1.   Sirkum Mediteran, berawal dari Pegunungan Atlas, Yura, Alpen (Eropa), Kaukasus, Himalaya (Asia), tenggelam dan muncul sebagai pulau-pulau di Kep. Andaman, tenggelam dan muncul sebagai Pegunungan Bukit Barisan, pegunungan di Pulau  Jawa, Bali, NTB, NTT, dan berakhir di Kep. Maluku.

2.   Sirkum Pasifik, rangkaian pegunungan yang berawal dari   Pegunungan Cordileras De Los Andes (Amerika Selatan), Rocky, Sierra Madre (Amerika Utara), tenggelam dan muncul sebagai pegunungan di Kep. Jepang, tenggelam dan muncul sebagai pegunungan di Kep. Filipina, tenggelam dan muncul sebagai pegunungan di Pulau Sulawesi, dan berakhir di Kep. Maluku.

c.   SEISME (GEMPA)
Seisme atau Gempa bumi adalah getaran yang terjadi pada lapisan kulit bumi (litosfera) yang bersumber dari lapisan litosfera bagian dalam. Hentakan tersebut lalu dirambatkan pada litosfera dan kemudian ke permukaan bumi.
Alat untuk mencatat gempa disebut seismograf.

Gempa bumi berdasarkan faktor penyebabnya dibedakan sebagai berikut.
1)      Gempa tektonik, yaitu gempa yang mengiringi gerakan tektonik (retakan dan patahan) secara mendadak.
Ini terjadi jika terbentuk patahan-patahan baru atau terjadi pergeseran di sepanjang patahan akibat aktivitas di dalam kerak bumi. Sebagian besar gempa yang terjadi di bumi merupakan gempa tektonik.
Di Indonesia pergerakan kulit bumi sering terjadi di daerah bagian barat, seperti Sumatera, selatan Pulau Jawa hingga Timor. Jalur wilayah ini merupakan jalur yang rawan dengan gempa bumi.
Gempa bumi tektonik yang bersumber di dasar laut, biasanya diikuti dengan gelombang besar (tsunami). Semakin besar gempa bumi semakin besar pula kemungkinan timbul tsunami.
Untuk itu bagi kamu yang berada di kawasan pantai atau tinggal di pantai, bila terjadi gempa bumi segeralah menghindar dari pantai, carilah tempat
yang lebih tinggi. Tsunami yang pernah terjadi di Alor, Jawa Timur, dan NAD berlangsung kurang dari setengah jam setelah terjadinya gempa bumi.

2)      Gempa vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi. Gempa vulkanik terjadi sebelum dan selama letusan gunung terjadi. Biasanya getaran yang ditimbulkan hanya terdapat di sekitar gunung api saja, untuk tempat yang jauh sekali dari gunung api tidak akan terasa getaran yang ditimbulkan.

3)      Gempa runtuhan, yaitu gempa yang terjadi karena runtuhan. Gempa ini terjadi di daerah yang terdapat banyak rongga-rongga di bawah tanah. Karena tidak kuat menahan atap rongga maka terjadilah runtuhan yang akhirnya mengakibatkan gempa. Misalnya, daerah kapur yang terdapat banyak gua-gua dan sungai bawah tanah, dan di daerah pertambangan yang terdapat rongga-rongga di bawah tanah akibat dari penggalian bahan-bahan tambang.

4)      Gempa buatan, yaitu gempa yang terjadi akibat ulah manusia. Contoh dari gempa jenis ini adalah adanya gempa yang diakibatkan peledakan bom. Bom besar dapat membuat getaran yang amat kuat sehingga mampu menghancurkan benda-benda di sekeliling kita.

Gempa menurut letak terjadinya, dapat dibedakan sebagai berikut.
1)   Gempa episentrum, yaitu gempa yang terjadi di tepi kerak/lempeng samudra maupun lempeng benua.
2)   Gempa hiposenstrum, yaitu gempa yang terjadi pada kedalaman tertentu pada lempeng samudra maupun lempeng benua.

Jumat, 11 Maret 2011

STOP PRESS: GEMPA-DAHSYAT MELANDA JEPANG

Subhanallah....(atau semacamnya) mungkin itu yang terucap dari mulut. Belum lagi terhilang dari benak bencana tsunami yang terjadi Aceh dan Nias, masyarakat terhenyak kabar akan datangnya tsunami di daerah Sulawesi, Maluku dan Papua.


Memang Tsunami tersebut bukan bersumber di daerah Indonesia, tetapi dari gempa dahsyat (8,9 SR) yang terjadi di Jepang. Namun imbasnya dipastikan gelombang tersebut akan sampai di beberapa daerah di Indonesia, walaupun tidak sedasyat di Jepang.



Gempa tersebut mengakbatkan Tsunami yang cukup dahsyat, bahkan tercatat sebagai gempa terbesar sepanjang sejarah yang pernah terjadi di Negeri Sakura. Sepanjang catatan kegempaan di Jepang, belum pernah terjadi gempa kuat yang langsung disusul tsunami tersebut (KOMPAS.com).

Gempa berskala yang mengguncang Jepang pada Jumat 11 Maret 2011 sore pukul 05.46 GMT mengakibatkan gelombang tsunami. Tsunami menerjang mencapai jarak 5 KM dari garis pantai. Salah satunya wilayah Fukushima (detiknews.com). Tsunami setinggi 10 meter telah menyapu Kota Sendai sehingga banyak rumah terendam air laut. Sementara itu, landas pacu Bandara Sendai terendam akibat tsunami, menurut laporan dari media lokal.

Asap hitam juga membubung dari kawasan industri di daerah Yokohama Isogo. Terlihat perahu, mobil, truk, serta pesawat terbang hanyut disapu tsunami. Sebuah jembatan, lokasinya tidak diketahui, tampak runtuh ke dalam air.

Gempa yang memicu tsunami setinggi sekitar 10 meter diperkirakan lebih dari 200 orang meninggal (TEMPO Interaktif.com). Korban yang ditemukan berada di pantai Sindai, dan Pulau Honshu. Sebagaian lainnya, seperti dikutip dari kantor berita Reuters, masih dinyatakan hilang.

Meski korban akibat gempa di Jepang telah mencapai ratusan orang, namun hingga saat ini belum ada WNI yang menjadi korban tewas. WNI yang berada di Jepang, khususnya di wilayah Miyagi dan Kota Sendai telah berada di tempat yang aman setelah terjadi bencana gempa sebesar 8,9 SR siang tadi (detiknews.com).